Kunjungan Deputi Wilayah IV BPJS Kesehatan ke Puskesmas Remu: SIBLING dan Penguatan Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Dipublish 24 Agustus 2026 12:00 WIB

23
Info Seputar Puskesmas Remu
260824025436-kunjungan-deputi-wilayah-iv-bpjs-kesehatan-ke-puskesmas-remu-sibling-dan-penguatan-layanan-kesehatan-berbasis-digital.jpg

Kunjungan Deputi Wilayah IV BPJS Kesehatan ke Puskesmas Remu: SIBLING dan Penguatan Layanan Kesehatan Berbasis Digital

Sorong — Puskesmas Remu Kota Sorong menerima kunjungan jajaran Deputi Wilayah IV BPJS Kesehatan dalam rangka kegiatan SIBLING (Supervisi, Buktikan, Lihat Langsung) serta pembahasan Case Payment Maternal. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus berdiskusi mengenai penguatan mutu pelayanan, pembiayaan, digitalisasi, dan evaluasi kinerja fasilitas kesehatan.

Kunjungan dipimpin oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan, Benjamin Saut Parulian Simanjuntak, bersama Asisten Deputi Jaminan Layanan Kesehatan, Hasbiyas Siddik Alhudawi; Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Nurullah Hanafi; Analis Kedeputian Wilayah, Hartati; Kabag Mutu Layanan Faskes, Rr. Nurus Dyah; serta Kabag Penjaminan Manfaat dan Utilisasi, dr. Lenny Zulistyana.

Dalam agenda SIBLING, rombongan BPJS Kesehatan melihat secara langsung alur pelayanan yang diterapkan di Puskesmas Remu. Kunjungan dimulai dari proses pendaftaran pasien, dilanjutkan dengan alur pelayanan pada ruang-ruang pemeriksaan, hingga proses pengambilan obat di instalasi farmasi.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, jajaran BPJS Kesehatan dapat menyaksikan bagaimana pelayanan diberikan secara terintegrasi sejak pasien datang hingga memperoleh pelayanan dan obat. Hal ini sekaligus menjadi ruang dialog antara Puskesmas Remu dan BPJS Kesehatan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Menampilkan Inovasi Digital Puskesmas Remu

Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah inovasi digitalisasi pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Puskesmas Remu memperlihatkan bagaimana data peserta Prolanis tidak hanya digunakan sebagai arsip pencatatan, tetapi dikembangkan menjadi sebuah sistem yang dapat membantu petugas memantau perkembangan kesehatan peserta secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui sistem digital tersebut, berbagai informasi pelayanan dan perkembangan kesehatan peserta dapat terdokumentasi sehingga memudahkan proses monitoring, evaluasi, pencatatan, serta penyusunan laporan.

Inovasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Puskesmas Remu dalam mendorong transformasi digital pelayanan kesehatan, dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BPJS Kesehatan juga memberikan ruang dan peluang untuk bekerja sama dalam pengembangan aplikasi digital tersebut, sehingga inovasi yang telah dikembangkan di tingkat Puskesmas berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Melihat Langsung Pelayanan Persalinan dan Case Payment Maternal

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung pelayanan persalinan di Puskesmas Remu.

Rombongan meninjau mekanisme pelayanan bagi ibu hamil, mulai dari proses penerimaan pasien, pemeriksaan, tindakan persalinan, hingga mekanisme pelayanan setelah persalinan.

Kunjungan ini juga menjadi bagian penting dalam pembahasan Case Payment Maternal, terutama terkait mekanisme pembiayaan dan proses pengklaiman pelayanan persalinan non kapitasi.

Melalui kunjungan langsung tersebut, diharapkan terdapat pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi pelayanan maternal di tingkat fasilitas kesehatan pertama, termasuk tantangan operasional yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

Pembahasan mengenai pembiayaan pelayanan maternal juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara Puskesmas dan BPJS Kesehatan agar mekanisme pelayanan, pembiayaan, administrasi, dan klaim dapat berjalan secara efektif serta tetap berorientasi pada kebutuhan pasien.

Puskesmas Remu Sampaikan Masukan tentang Indikator Kepatuhan dan KBK

Pada akhir kunjungan, Puskesmas Remu menyampaikan sejumlah saran dan masukan terkait evaluasi indikator kepatuhan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan.

Puskesmas Remu menilai bahwa indikator pelayanan dan kinerja fasilitas kesehatan perlu mempertimbangkan karakteristik peserta serta kondisi sosial-ekonomi dan geografis wilayah pelayanan. Hal tersebut penting karena capaian suatu indikator tidak selalu sepenuhnya berada dalam kendali fasilitas kesehatan.

Dalam pembahasan tersebut, Puskesmas Remu menyampaikan gagasan mengenai perlunya mekanisme penyesuaian atau pembobotan indikator KBK (Kapitasi Berbasis Kinerja) berdasarkan karakteristik populasi peserta dan kondisi wilayah masing-masing fasilitas kesehatan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem penilaian yang semakin objektif, adil, dan proporsional. Dengan demikian, fasilitas kesehatan tidak dirugikan ketika pencapaian indikator dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berada di luar kendali Puskesmas, seperti kondisi sosial-ekonomi masyarakat, karakteristik peserta, akses terhadap pelayanan, maupun faktor lingkungan lainnya.

Masukan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Puskesmas Remu untuk mendorong evaluasi kinerja yang tidak hanya berorientasi pada angka capaian, tetapi juga memahami konteks di balik angka tersebut.

Memperkuat Sinergi untuk Pelayanan JKN yang Lebih Baik

Kunjungan SIBLING dan pembahasan Case Payment Maternal di Puskesmas Remu menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Melalui konsep Supervisi, Buktikan, Lihat Langsung, berbagai proses pelayanan dapat dilihat secara nyata di lapangan, sementara diskusi yang dilakukan memberikan ruang bagi kedua pihak untuk memahami tantangan sekaligus peluang perbaikan pelayanan.

Puskesmas Remu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi, meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat digitalisasi pencatatan dan pelaporan, serta memberikan pelayanan yang mudah, cepat, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan monitoring, tetapi menjadi awal dari penguatan sinergi, pengembangan inovasi, dan perbaikan sistem pelayanan serta pembiayaan kesehatan yang pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi peserta JKN dan masyarakat Kota Sorong.

Puskesmas Remu — TERDEPAN: Terpercaya, Empati, Ramah, Disiplin, Etos Kerja Tinggi, Pantang Menyerah, Akurat, dan Nyaman.