Dipublish 22 Agustus 2026 12:00 WIB
21
SHK pada bayi baru lahir
Sorong — Puskesmas Remu terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, promotif, preventif, serta berorientasi pada tumbuh kembang anak. Salah satu upaya yang telah dilaksanakan adalah Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bayi baru lahir sebagai bagian dari deteksi dini gangguan kesehatan sejak awal kehidupan.
Hipotiroid kongenital merupakan kondisi ketika bayi mengalami kekurangan hormon tiroid sejak lahir. Hormon tiroid memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, terutama perkembangan otak dan sistem saraf. Apabila kondisi tersebut tidak diketahui dan ditangani sejak dini, dapat berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Karena itu, skrining pada periode awal kehidupan menjadi langkah penting untuk menemukan bayi yang berisiko sebelum muncul tanda dan gejala yang lebih jelas.
Pelaksanaan SHK di Puskesmas Remu menjadi bagian dari upaya memastikan setiap bayi memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Skrining dilakukan melalui pengambilan sampel darah bayi sesuai prosedur pelayanan yang berlaku, kemudian sampel diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan fungsi tiroid.
Skrining ini memiliki nilai penting karena bayi dengan hipotiroid kongenital pada awalnya dapat tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala khas. Dengan adanya pemeriksaan sejak dini, bayi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan dapat segera diidentifikasi.
Deteksi dini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi merupakan investasi untuk kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas Remu memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak dilakukan secara berkesinambungan. Pelaksanaan SHK melengkapi berbagai upaya pelayanan neonatal dan kesehatan anak yang diberikan kepada masyarakat.
Melalui pelayanan tersebut, petugas kesehatan tidak hanya berfokus pada kondisi bayi saat lahir, tetapi juga berupaya mengantisipasi berbagai risiko kesehatan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang.
Puskesmas Remu juga terus mendorong peningkatan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan bayi. Orang tua diharapkan dapat mengikuti anjuran petugas kesehatan dan memastikan bayi mendapatkan pelayanan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Keberhasilan program skrining tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Peran orang tua juga sangat penting, mulai dari memberikan informasi yang diperlukan, mengikuti proses pemeriksaan, hingga memastikan tindak lanjut apabila hasil skrining menunjukkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, orang tua, dan berbagai pihak terkait, deteksi dini gangguan kesehatan pada bayi dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital di Puskesmas Remu menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Puskesmas Remu — TERDEPAN dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang Terpercaya, Empati, Ramah, Disiplin, Etos Kerja Tinggi, Pantang Menyerah, Akurat, dan Nyaman.
Setiap bayi adalah bagian dari masa depan. Memberikan pelayanan kesehatan sejak awal kehidupan berarti turut mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu berkembang secara optimal.
Melalui pelaksanaan SHK, Puskesmas Remu berupaya memastikan bahwa deteksi dini tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari rangkaian pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Puskesmas Remu akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dimulai dari kehidupan yang paling awal—untuk mewujudkan generasi Papua yang sehat dan berkualitas.
Puskesmas Remu — TERDEPAN dalam pelayanan, bersama membangun generasi sehat.